TINJAUAN UMUM KARAKTERISTIK AIR LIMBAH STP
Pembuatan IPAL di RS Royal Progress
Karakteristik air limbah Rumah Sakit Royal Progress dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu karakteristik kimiawi dan karakteristik aliran. Apabila kedua karakteristik ini digabungkan, maka keduanya dapat memberikan gambaran mengenai beban pencemaran dari air limbah domestik yang dikeluarkan.
Beban pencemaran yang terhitung dari data yang ada bersama dengan baku mutu limbah cair PERMEN LHK No. 68 Tahun 2016 tentang baku mutu limbah cair domestik, dijadikan dasar dari perencanaan pembangunan Sewage Treatment Plant (STP/IPAL Domestik) Rumah Sakit Royal Progress.
1.1 KARAKTERISTIK ALIRAN
Air limbah yang dihasilkan dalam kegiatan Rumah Sakit Royal Progress berasal dari sumber kegiatan domestik dengan kapasitas rata-rata sebesar kurang lebih 211 m3/hari.
1.2 KRITERIA DESAIN PERHITUNGAN
- Bentuk Proses
- Proses Fisika
- Proses Biologi
- Parameter / Kriteria Desain
| – Laju Alir Volumetric | : | 211 | m3/hari |
| – Jam Kerja Proses Biologi | : | 24 | jam |
| – Kapasitas Desain | : | 300 | m3/hari |
| – Safety Factor | : | 20% | |
| – Influent BOD5 | : | 300 | mg/L |
| – Effluent BOD5 | : | 15 | mg/L |
| – Influent COD | : | 600 | mg/L |
| – Efluent COD | : | 50 | mg/L |
| – Influent TSS | : | 120 | mg/L |
| – Effluent TSS | : | 15 | mg/L |
| – Influent pH | : | 6 – 7 | |
| – Effluent pH | : | 6 – 9 | |
| – Influent Minyak / Lemak | : | 90 | mg/L |
| – Effluent Minyak/ Lemak | : | 1 | mg/L |
| – Influent Ammonia | : | 30 | mg/L |
| – Effluent Ammonia | : | 5 | mg/L |
| – Influent Coliform | : | 5000 | mg/L |
| – Effluent Coliform | : | 900 | mg/L |
| – Effisiensi IPAL | : | 90% s/d 99% |
1.3 BAKU MUTU AIR LIMBAH
Target hasil olahan dari instalasi yang akan dibangun ini adalah memenuhi baku mutu limbah cair domestik PERMEN LHK No 68 Tahun 2016 dengan penekanan pada beberapa parameter di bawah ini :
1.4 Flowchart IPAL
Flowchart IPAL
1.5 Tahapan Proses
- Grease Trap
Fungsi : Proses ini untuk memisahkan zat mengapung seperti minyak/oli yang berasal dari degreasing yang bersumber dari proses sebelumnya.
- Pre Sedimentasi
Fungsi : Proses ini untuk memisahkan padatan tersuspensi yang terdapat pada air limbah. Zat tersuspensi nantinya akan mengendap di dasar bak.
- Ekualisasi
Fungsi : Proses ini berfungsi untuk menghomogenkan atau menyeragamkan parameter pencemar air limbah yang akan diolah karena setiap menitnya, kadarnya mengalami fluktuatif sehingga mempermudah untuk diproses pada pengolahan tahap biologi (Aerasi).
- Aerasi
Fungsi : Pada bak aerasi ini terjadi penambahan oksigen kedalam air limbah dengan menggunakan blower. Pada bak ini dilengkapi dengan difuser sehingga oksigen yang dimasukan kedalam air limbah dapat merata. Pada proses ini juga memanfaatkan jasa bakteri (lumpur aktif) untuk menguraikan bahan organik air limbah, sehingga dapat menurunkan BOD5 dan COD sampai mencapai 90 %.
Proses activated sludge ini dikembangkan di Inggris pada tahun 1914 oleh Ardem dan Lockett dan dinamakan proses lumpur aktif dari mikroorganisme yang mampu menstabilikan air limbah secara aerob. Secara operasional pengolahan limbah biologis dengan proses lumpur aktif ini dilakukan dengan memasukan limbah organik kedalam bak aerasi yang berisi koloni bakteri yang dijaga dalam keadaan tersuspensi. Isi dari reaktor tersebut biasanya disebut sebagai mixed liquor. Kultur bakteri akan mengkonsumsi limbah organik menjadi senyawa sederhana dengan stoikiometri umum, sebagai berikut :
| Bakteri |
CHONS + O2 + Nutrien CO2 + NH3 + C5H7NO2 + Produk Akhir Lain
(zat organik) (sel bakteri baru)
| Bakteri |
C5H7NO2 + 5O2 5CO2 + 2H2O + NH3 + Energi (sel)
Di dalam persamaan diatas, CHONS mewakili senyawa-senyawa organik di dalam air. Meskipun respirasi endogen menghasilkan produk-produk akhir yang sederhana dan energi, namun produk akhir yang berupa senyawa organik yang stabil juga dapat terbentuk.
- Clarifier (Sedimentasi)
Fungsi : Untuk memisahkan air limbah olahan dari lumpur aktif . Air limbah yang sudah melalui proses aerasi kemudian lumpur aktifnya diendapkan di clarifier. Dari clarifier ini, lumpur aktif sebagian di recycle dan sebagian dibuang melalui sludge holding atau filter press. Clarifier berfungsi untuk menjaga tersedianya konsentrasi lumpur aktif dalam jumlah yang cukup pada bak aerasi, sehingga derajat pengolahan yang diperlukan dapat dipenuhi dalam waktu yang tidak ditentukan.
Pengembalian lumpur aktif dari Clarifier ke dalam inlet bak aerasi merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam suatu proses. Pada dasar clarifier akan terbentuk selimut lumpur yang ketebalannya bervariasi dari waktu ke waktu.
- Effluen Tank
Fungsi : Tempat penyimpanan sementara air limbah hasil olahan untuk diolah ke tahap berikutnya yaitu Filtrasi.
- Chlorine
Fungsi : Sebagai Desinfectan (mengurangi kadar coliform pada air limbah hasil olahan).
- Sand Filter Dan Carbon Filter
Fungsi : Untuk menurunkan kadar pencemar parameter yang berada didalam air limbah seperti zat organik, warna dan bau. Disamping itu juga berfungsi sebagai penyaring flok – flok yang masih terbawa kesaluran Outlet
- Flow Meter
Fungsi : Untuk mencatat debit air limbah yang diolah setiap harinya, dimana yang harus diperhatikan adalah putaran angkanya.
- Sludge Holding
Fungsi : Merupakan bak tertutup yang berfungsi sebagai tempat penampung lumpur sementara yang selanjutnya dapat dikirim ke pihak ke-3.
