Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Operator instalasi pengolahan air limbah mempunyai banyak tugas. Sebagian besar dari mereka terkait erat dengan pengoperasian instalasi secara efisien.Seseorang operator memiliki tanggung jawab untuk membuang limbah yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan untuk instalasi tersebut. Dengan melakukan hal ini, operator tersebut telah melakukan hubungan kerja yang baik dengan pihak-pihak pembuat kebijakan, perekreasi/pengelola wisata air, pengguna air, dan tetangga yang berdekatan dengan instalasi tersebut.

Tugas lain seorang operator adalah pemeliharaan instalasi. Suatu program pemeliharaan yang baik merupakan keharusan untuk mempertahankan keberhasilan pengoperasian instalasi. Program pemeliharaan yang berhasil meliputi semuanya dari peralatan mekanik hingga kepedulian terhadap lingkungan instalasi, bangunan, dan strukturnya.

Pemeliharaan mekanik merupakan hal utama, karena peralatan harus dijaga pada kondisi operasional yang baik agar instalasi berada pada puncak penampilannya.

Pabrik pembuat peralatan menyediakan informasi dalam bentuk buku manual tentang pemeliharaan mekanik dari peralatan yang dibuatnya. Operator harus membaca secara menyeluruh buku manual untuk peralatan yang ada di instalasinya dan memehami prosedur operasionalnya. Instruksi-instruksi yang ada harus diikuti dengan seksama ketika melakukan pemeliharaan peralatan. Operator juga harus mengenali tugas yang diluar kemampuannya maupun fasilitas perbaikan, dan dia harus meminta bantuan bila diperlukan.

3.1. Pencatatan Pemeliharaan Preventif

Program pemeliharaan preventif membantu karyawan untuk menjaga peralatan dalam kondisi siap operasi dan juga merupakan alat bantu pendeteksian serta pembetulan fungsi bila peralatan-peralatan kurang berfungsi dengan baik, sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih besar.

Kejadian yang sering terjadi dalam suatu program pemeliharaan preventif adalah kegagalan operator mencatat pekerjaan setelah selesai. Bila ini terjadi operator hanya dapat mengandalkan pada ingatannya untuk mengetahui kapan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan preventif terebut. Dengan bergesernya waktu, lama kelamaaan program ini akan terlupakan begitu saja.

Agar hal tersebut tidak terjadi, maka sebuah kartu purna tersebut harus diisi setelah selesai service peralatan yang ada pada setiap instalasi . Setiap kartu harus ditulis dengan mencantumkan nama peralatan masing-masing seperti misalnya: pompa lumpur, kompresor, bak ipal dan sebagainya.

Yang perlu diperhatikan :

  • Catatlah setiap service peralatan yang diperlukan dan diberi nomor.
  • Catatlah setiap service peralatan dalam susunan frekwensi penampilan, misalnya nomor 1, 2, dan 3 menunjukkan service harian, nomor 4 dan 5 service mingguan, 6, 7, 8, dan 9 service bulanan dan seterusnya.
  • Jelaskan masing-masing jenis service pada kolom pekerjaan.

Pastikan untuk diperlihatkan semua inspeksi dan service yang diperlukan. Untuk data referensi daftar nomor seksi dan frekwensi pelayanan seperti ditunjukkan dalam kolom jadwal. Informasi kartu service dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan unit individu terhadap peralatan seperti tercantum dalam manual dari pabrik pembuat produk. Pastikan juga bahwa informasi yang tercantum pada kartu sudah lengkap dan benar.

Kartu pencatatan service harus mencantumkan tanggal dan jenis pekerjaan yang dilakukan, dilengkapi dengan nomor item serta ditanda tangani oleh operator pelaksana pekerjaan.

3.1.1 Kartu service peralatan
Peralatan : Pompa utama
Item No.Apa yang perlu dikerjakanReferensiPeriodeWaktu
1Perksa packing mingguansenin
2Periksa pelumas motor bulanan1/2/3/4
3Periksa impeler pompa 3 bulanan1/4/7/10
4Service pompa 6 bulanan04 Des.
5dst.   
3.1.2 Kartu riwayat service
Peralatan : Pompa utama
TanggalDikerjakan (Item No.)PelaksanaKeteranganParap
14.4.991Operatorganti packing 
14.4.993Inst. 40perbaikan impeler 
     
    
 dst.   
  1. Proses Pemeliharaan Unit

4.1. Penyaringan (Screen)

Bar screen/penangkap lemak memerlukan perhatian terus menerus. Ketika kotoran mengumpul di bar, ia akan menyumbat kanal dan menyebabkan limbah cair kembali ke dalam saluran limbah. Semakin banyak kotoran yang mengumpul di bar, semakin besar headloss yang melalui bar screen. Ketika aliran kembali, limbah organik cenderung mengumpul di kanal dan saluran, serta merusakkan oksigen terlarut yang ada di dalam limbah cair. Oleh karena itu berkembanglah kondisi septik, yaitu kondisi terinfeksi oleh bakteri.

Kondisi septik ini menghasilkan hidrogen sulfat yang menimbulakan bau telur busuk, yang menyebabkan korosi terhadap betonan, logam dan cat, serta kadang – kadang menghasilakn suatu racun dan bersifat eksplosif di udara dalam ruangan berventilasi jelek. Bila pembersihan bar screen jarang dilakukan, limbah cair dapat mengalir kembali dan menggenangi kanal limbah. Sebaliknya jika bar screen dibersihakan, aliran tiba – tiba limabah cair septik dapat menimbulkan suatu “beban guncangan” pada proses pengolahan limabh. Jadi, kegagalan dalam guncangan limbah cair septik dilepaskan.

Pengoperasian screen dan rak-rak secara rutin akan bergantung pada ukuran instalasi pengolahan limbah, jumlah kotoran dalam libah cair, jumlah limbah cair, serta head loss yang melalui unit.

Bahan yang akan dibuang dari screen sangat bersifat ofensif dan berbahaya. Bahan ini berbau sangat menyengat dan menarik bagi tikus dan lalat. Metode pembuangan yang umum dilakukan adalah dengan penimbunan atau pembakaran.

4.2. Sedimentasi dan Flotation

Setiap tahun selama waktu aliran rendah, masing-masing penjernih harus ditutup untuk keperluan inspeksi, pemeliharaan rutin maupun perbaikan lain yang diperlukan. Meskipun penjernih dan semua peralatan bekerja secara tepat, inspeksi tahunan membantu mencegah timbulnya masalah serius dan kegagalan opersional di masa – masa mendatang.

Sebelum memulai sebuah unit baru atau lama, yang sudah harus menjalani service pembersihan atau reparasi, tangki harus diinspeksi secara hati-hati.

Hal-hal yang harus dicek adalah pintu kontrol agar bekerja baik tangki penjernih untuk pasir dan kotoran, alat-alat mekanik di bawah air agar terpasang dan beroperasi baik, tangki oli atau hoppers, saluran balik untuk kotoran dan barang endapan lain, struktur tangki untuk kemungkinan korosi dan retak, serta indikasi-indikasi lain yang mengarah pada kegagalan struktural

Sebagian besar pengolahan air limbah yang tidak dapat menghasilkan limbah sesuai harapan pada umumnya dikarenakan oleh kesalahan operator atau kegagalan peralatan. Pekerjaan operator sangat sederhana.

Dia harus menjamin bahwa endapan padatan yang terakumulasi dibuang dari bagian dasar penjernih sebelum terjadinya daya septik dan gasififkasi. Operator tersebut juga harus menjamin bahan mengambang permukaan (minyak dan gemuk) secara terus menerus atau teratur dihilangkan dan dibuang dari permuakaan air untuk mencegah agar bahan tersebut tidak mencapai aliran pengolahan sekunder.

Kegagalan proses dan peralatan yang disebabkan oleh kesalahan operator meliputi waktu atau frekwensi pembuangan lumpur yang tidak cukup, pemeliharaan dan pengaturan peralatan yang buruk, pengetahuan tentang peralatan dan/atau proses pengolahan yang tidak memadai, ketidakmampuan mengenali masalah kelistrikan-mekanik.

Strategi operasional terbaik adalah mengembangkan serta melaksanakan suatu program pemeliharaan preventif yang baik, memantau kondisi operasional, serta menanggapi berbagai hasil laborat mengindikasikan bahwa masalah sedang berkembang.

4.3. Proses Lumpur Aktif

Instalasi lumpur aktif harus diperiksa setiap hari. Setiap kali kunjungan meliputi pengecekan adanya aerasi dan klarifikasi kompartemen akhir, unit aerasi agar berfungsi baik serta pelumasan, saluran lumpur balik ( jika kift udara tidak mengalir dengan lancar, segera tutup katup outlet, yang mendorong usara mengalir ke bawah serta ke luar. Ini akan menghembuskan udara ke luar dan membersihakan berbagai kotoran. Buka kembali katup buang dan stel aliran lumpur balik yang dikehendaki ), slang bawah tangki aerasi dan kompartemen akhir, tanggul penggosok, serta instalasi pembuangan.

Peralatan aerasi harus diopersikan terus menerus. Pengolahan yang baik jarang dihasilkan dari operasi yang terinterupsi dan karena itu tidak perlu dicoba. Jika peralatan aerasi berfungsi baik hal ini dapat diketahui dari keberadaan air di kompartemen pengendapan serta limbah yang mengalir ke tanggul. Bila airnya berwarna abu-abu dan kompartemen aerasi berbau busuk (H2S), berarti terdapat pasokan air yang tidak cukup. Pasokan udara atau aerasi harus ditingkatkan. Tetapi bila airnya jernih di kompartemen pengendapan, berarti kecepatan aerasi (DO = 2 mg/I).

Jasa Perawatan STP
  1. Pemeliharaan Kolam

Pemeliharaan terutama meliputi kontrol pertumbuhan vegetasi, pemeliharaan pagar pelindung sekitar kolam, hilangkan gelembung buih yang mungkin terbentuk. Vegetasi cenderung tumbuh ke bawah dan ke dalam tepi kolam. Maka perlu menjaga agar bebas dari vegetasi sekelilingnya bersih. Jika kolam ada tumbuhan liar, bukan saja penampilannya menjadi jelek, tetapi situs pengembangbiakan nyamuk dan bekicot akan terbentuk menimbulkan bau tidak sedap. Untuk sistem kolam satu atau dua pekerja, dibawah pengawasan yang baik sangatlah memadai untuk melaksanakan tugas-tugas pemeliharaan

Karena kolam-kolam kelihatannya sederhana, mereka mungkin lebih diabaikan daripada jenis proses limabah cair lainnya. Berbagai keluhan yang timbul berkaitan dengan kolam adalah hasil dari pengabaian atau pemeliharaan yang buruk.

Baca Juga : Jasa Pembuatan IPAL

Kesimpulan:

Catatan-catatan yang menunjukkan bahwa suatu aliran limbah bermutu tinggi tidak akan berdampak kurang baik bagi pengunjung jika fasilitas pengolahan limbah sebuah masyarakat seperti Rumah Sakit kelihatan bersih dan dipelihara dengan baik serta aliran limbahnya tampak jernih.

Hal ini selain memerlukan pembersihan secara manual serta pekerjaan pemeliharaan, juga keterampilan manajemen dan administrasi.

Berkaitan dengan suatu pengolahan limbah efektif, tanggung jawab harus dibebankan kepada seseorang yang diberi wewenang seperlunya untuk penegakan suatu operasi limbah cair yang ramah lingkungan di dalam lingkup Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.