Pendahuluan
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sistem penting yang berfungsi mengolah air buangan agar aman dibuang ke lingkungan. Namun, seperti sistem teknik lainnya, IPAL juga bisa mengalami berbagai masalah yang menyebabkan performanya menurun.
Masalah pada IPAL tidak hanya membuat hasil olahan tidak memenuhi baku mutu KLHK, tetapi juga bisa menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran, dan kerusakan komponen.
Dalam artikel ini, PT Harum Tirta Jaya akan membahas 5 masalah umum pada IPAL dan cara mengatasinya, agar sistem Anda tetap optimal dan ramah lingkungan.
🧭 1. Bau Tidak Sedap dari IPAL
Penyebab:
- Proses anaerobik berlebihan akibat kurangnya suplai udara (oksigen).
- Penumpukan lumpur dan bahan organik di bak aerasi.
- Filter atau blower udara tidak berfungsi optimal.
Cara Mengatasi:
- Periksa blower dan sistem aerasi, pastikan udara mengalir lancar.
- Kurangi beban limbah berlebih yang masuk.
- Bersihkan bak aerasi dan ganti media biofilter bila sudah jenuh.
- Gunakan bakteri pengurai (bio-activator) untuk menyeimbangkan proses biologis.
💡 Tips: lakukan perawatan rutin minimal setiap 3–6 bulan untuk mencegah bau muncul kembali.
⚙️ 2. Lumpur IPAL Menumpuk Terlalu Cepat
Penyebab:
- Terjadi overload limbah organik.
- Proses dekomposisi tidak seimbang.
- Tidak ada pembuangan lumpur (sludge withdrawal) secara berkala.
Cara Mengatasi:
- Kurangi debit masuk sementara untuk memberi waktu bakteri bekerja.
- Lakukan sludge removal dari bak pengendapan sekunder.
- Pastikan aerasi cukup agar mikroba tetap aktif.
- Bila masalah berulang, lakukan uji laboratorium untuk memeriksa kadar BOD dan COD.
💡 Solusi dari PT Harum Tirta Jaya: layanan maintenance IPAL berkala termasuk pembuangan lumpur aman dan pengujian air limbah.
🔄 3. Air Hasil Olahan Tidak Sesuai Baku Mutu Lingkungan
Penyebab:
- Rasio bakteri aktif menurun.
- Waktu tinggal (retention time) terlalu singkat.
- Kerusakan pada sistem aerasi atau biofilter.
Cara Mengatasi:
- Tambahkan starter bakteri pengurai.
- Perbaiki aerator dan pompa sirkulasi.
- Cek parameter pH, suhu, dan oksigen terlarut (DO).
- Sesuaikan kembali beban limbah dengan kapasitas desain IPAL.
💡 Jika hasil uji masih di atas baku mutu, konsultasikan dengan tim teknis untuk modifikasi sistem atau upgrade kapasitas IPAL.
🚱 4. Biofilter Tersumbat atau Tidak Aktif
Penyebab:
- Padatan tersuspensi (TSS) tinggi dari limbah masuk.
- Kurangnya pretreatment (screening dan grease trap).
- Endapan organik menutupi media biofilter.
Cara Mengatasi:
- Lakukan pembersihan bak pretreatment secara rutin.
- Bilas media biofilter dengan air bersih tanpa bahan kimia keras.
- Tambahkan bakteri regenerasi biofilm untuk mengaktifkan kembali lapisan mikroba.
- Bila filter sudah aus, ganti dengan media baru seperti bio-ball, honeycomb, atau kaldness.
💡 Pro tip: gunakan sistem grease trap di dapur atau industri makanan agar lemak tidak masuk ke IPAL.
⚡ 5. Komponen Mekanik IPAL Rusak (Pompa, Blower, Panel)
Penyebab:
- Overload arus listrik atau tegangan tidak stabil.
- Kurangnya perawatan & pelumasan komponen.
- Usia alat sudah melewati masa pakai.
Cara Mengatasi:
- Gunakan stabilizer untuk menjaga arus listrik.
- Jadwalkan servis mekanik IPAL rutin tiap 3–6 bulan.
- Ganti komponen yang aus segera untuk mencegah sistem berhenti total.
- Gunakan suku cadang original agar performa tetap optimal.
💡 Solusi PT Harum Tirta Jaya: tim teknisi siap membantu servis pompa, panel, dan blower IPAL di seluruh Indonesia.
Kesimpulan
Masalah pada IPAL bisa muncul kapan saja, terutama jika tidak dilakukan perawatan rutin. Namun, sebagian besar gangguan bisa diatasi dengan pengecekan berkala, pembersihan sistem, dan pengawasan parameter operasional.
Dengan dukungan teknisi berpengalaman, PT Harum Tirta Jaya siap membantu Anda mengelola IPAL agar selalu berfungsi optimal dan memenuhi baku mutu lingkungan.
🌿 Solusi tepat, ramah lingkungan, dan profesional — semua ada di Harum Tirta Jaya.
