Peran Bakteri dalam Memperbaiki Pengolahan Air Limbah

Penggunaan bakteri pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sudah banyak diteliti dan sudah menjadi bagian terpadu dari sistem IPAL.Namun, akibat lingkungan yang berubah-ubah,  populasi asli mikroba di IPAL  dapat berkurang dan menyebabkan gangguan pada sistem, penumpukan material organik dan penurunan efisiensi seecara keseluruhan. Pada kondisi tersebut suplementasi bakteri menjadi suatu keharusan.

Secara tradisional,  mikroorganisme digunakan pada tahap pengolahan sekunder untuk meniadakan bahan organik. Mikroba dipakai di bak aerasi, RBC, atau kolam (lagoon), bergantung pada sistem yang digunakan. Penggunaan bakteri suplemen pada tahap ini akan membawa manfaat. Konsentrasi mikroba yang lebih tinggi akan mampu menghilangkan bahan-bahan organik pada air buangan dengan lebih cepat, khususnya pada sistem kolam dimana diperlukan waktu berbulan-bulan untuk menguraikan limbah secara sempurna.

Mikroba juga bermanfaat pada tahap lain. Penambahan bakteri pada tahap awal (primary treatment) dapat membantu menguraikan buangan padat di dasar maupun di permukaan air limbah, sehingga mengurangi produksi lumpur (sludge). Penambahan bakteri pada tahap ini juga menyebabkan  tahap pengolahan sekunder menjadi lebih efektif sebagai akibat pengolahan yang lebih menyeluruh di tahap awal.

Pada beberapa kasus, pengolahan lanjutan diperlukan  untuk menghilangkan nutrisi yang berlebih yang dapat menyebabkan gangguan pada lingkungan. Pada  pengolahan lanjutan ini, bakteri dapat digunakan sebagai pengganti bahan kimia untuk menjaga proses pengolahan limbah sealami mungkin dan meminimalkan polusi.

Penambahan bakteri  juga efektif dalam mengurangi produksi lumpur yang harus dibuang. Sebagai produk sampingan dari pengolahan air limbah, lumpur harus disaring dalam berbagai tahap pengolahan dan harus di-treatment sebelum dibuang. Bakteri membantu dalam proses pengolahan dan pembuangan lumpur dengan cara men-decomposing bahan organik  dan mengurangi volume lumpur, sekaligus mengurangi bau lumpur.

Tak mengherankan bila banyak IPAL menggunakan bakteri. Di samping manfaat berupa peningkatan kapasitas, peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya operasional; suplementasi bakteri juga menjaga proses pengolahan limbah sealami mungkin, yang menjadi tujuan akhir dari IPAL itu sendiri.

PT. HARUM TIRTA JAYA  adalah perusahaan yang tetap konsisten hingga saat ini menekuni bidang pengelolaan dan pemulihan fungsi lingkungan atau Kontraktor WWTP IPAL STP WTP. Sejalan dengan semakin pesatnya roda pembangunan diberbagai sektor dan semakin terbatasnya sumber daya lingkungan, maka keseimbangan lingkungan menjadi persyaratan utama dalam sebuah aktifitas pembangunan.

Kami menjual bakteri pengurai airl mibah dimana manfaat bakteri ini yaitu:

  1. Bakteri aktif siap pakai (tanpa perlu aktifasi)
  2. Meningkatkan populasi bakteri baik
  3. Reaksi cepat dalam menangani bau
  4. Menguraikan lemak dan minyak
  5. Menurunkan Ammonia, COD, BOD, Phospot
  6. Menjaga kesetabilan pH & menjernihkan air limbah
  7. Ramah lingkungan dan aman bagi manusia
  8. Tanpa bahan kimia dan tidak beracun

Spesifikasi

  1. Warna : Kuning kecokelatan
  2. Sifat : Liquid
  3. Bau : Bau alami fermentasi
  4. pH : 5,5 – 9,0
  5. BJ : 1,1
  6. Solubility : Soluble in water
  7. Jumlah koloni : >100 CFU / ml

Dosis Aplikasi

Awal 1pail : 25 m3 —- Harian 0,5 – 1lt: 10 M3

Ukuran Kemasan

  1. 5 Liter
  2. 30 Liter 1 pail

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan Bakteri Pengurai Limbah Aerob & Anaerob bisa menghubungi kami dengan nomor yang tertera di bawah.

Alamat Kantor:

Ruko Griya Taman Exclusive Residence No 03, Jl. Suka Karya Kel, Serua Indah, Kec. Ciputat, Banten 15414

Hubungi Kami

M Lukman: Telp/Wa 0812 8434 165

Zaenal Abidin: Telp/Wa  081286789348

Sumber: Surya Permata Cemerlang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.